Mau Lulus SIM A dan C dengan Mudah ? Pahami Cara Berikut ini

Untuk membuat Surat Izin Mengemudi atau disebut juga SIM memang bukan perkara mudah, oleh sebab itu masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki SIM. Namun untuk dapat berkendara dijalan raya tentunya pengendara harus memiliki surat tersebut sesuai peraturan UUD yang berlaku di Negeri ini.

SIM sendiri merupakan izin berkendara dijalan, pastinya pengendara sudah memahami tata cara berkendara yang benar dan baik serta mematuhi aturan berkendara dijalan. Begitu juga untuk bisa mendapatkan surat ini, pengendara harus memahami cara agar dapat memiliki SIM dengan mudah dan lulus dari ujian.

Syarat yang utama untuk memiliki SIM adalah secara medis, pengendara harus dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, tak lupa juga dengan aturan berkendara yang sudah ditetapkan oleh Polri seperti paham akan aturan lalu lintas dan mahir dalam mengemudikan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Selanjutnya untuk bisa lulus dari ujian SIM masyarakat harus bisa melewati ujian praktik berkendara yang diberikan oleh Polri untuk pengendara. Dimana Polres Tanah Bumbu memberikan sedikit informasi terhadap metode penilaian ujian praktik SIM A dan SIM C. Dengan begitu jika sudah memahami cara penilaian ujian SIM, sehingga kita bisa mencobanya agar bisa lulus dari ujian praktik yang merupakan hal yang paling sulit dari pembuatan SIM. Mari simak informasinya.

Tes SIM A

Pada ujian praktik pembuatan SIM A, Anda akan dites untuk berkendara di jalan yang sempit dengan jarak 50 meter. Kemudian Anda juga harus mengendarai mobil dalam posisi mundur, dimana pada sisi jalan terdapat pembatas yang tidak boleh ditabrak atau di senggol. Jika dua kali menabrak pembatas dalam beberapa kali uji coba yang ditentukan maka pengendara dianggap tidak lulus. Namun ada juga tahap tes melalui video.

Lalu tes selanjutnya, Anda akan berkendara di jalan zig-zag dengan melaju maju mundur. Pada tahap tes ini, pengendara harus benar-benar mahir menstabilkan stang bulatnya agar tidak menempel pembatas. Dan dalam tahap ini juga Anda harus fokus dan konsentrasi pada sisi jalan serta stang kemudi. Untuk tes ini sama seperti tahap pertama jika dua kali berturut- turut menempel pembatas maka di anggap gagal.

Sedangkan tahap selanjutnya pengendara akan di tes parkir dalam keadaan mundur dan pararel. Lalu mobil akan melaju dijalan yang menanjak dan pengendara diminta untuk berhenti ketika dalam kondisi menanjak dan menurun.

Tes SIM C

Sementara untuk tes SIM C bisa dibilang lebih mudah ketimbang tes SIM A, pasalnya pada tes ini hanya ada beberapa tahap saja yang pertama, pengereman dan keseimbangan. Dalam tahap ini, sama seperti yang diatas, harus melaju kendaraannya dijalan yang sempit sejauh 50 meter, hanya saja pada tahap ini jika kaki pengendara menempel pembatas atau menginjakan kakinya di luar pembatas bisa membuat Anda harus kembali lagi melakukan tes artinya tidak lulus. Untuk yang terakhir pengendara akan mengikuti tes melaju di jalan zig-zag dan dilarang melanggar pembatas.

Lihat Juga