Hacker Cantik ini ternyata ditakuti oleh banyak Perusahaan Besar

Baru-baru ini keahlian seseorang dalam meretas sebuah program atau biasa disebut hacker telah beredar didunia maya. Namun yang lebih menariknya lagi, hacker tersebut diketahui berlatar belakang seorang wanita, dimana biasanya seorang hacker pada umumnya adalah kaum lelaki, berbeda dengan peretas yang satu ini, kabarnya ditakuti oleh banyak perusahaan besar.

Dari informasi yang didapat, sekelompok peretas wanita tersebut memiliki nama the Six Golden Flower, dimana grup hacker ini terdiri dari 6 orang itu, semuanya adalah seorang wanita. Mungkin ini terdengar mustahil karena selain seorang wanita, para peretas tersebut ternyata memiliki usia yang masih terbilang muda dan cantik.

Meski semuanya didominasi oleh perempuan, namun hacker ini memiliki kemampuan yang luar biasa, dan mereka juga berkembang sangat cepat, bahkan anggotanya bertambah banyak setiap tahunnya. Dimana anggota hacker wanita ini memiliki anggota mencapai dari 2.200 orang.

Dengan adanya para hacker wanita, tergabunglah sebuah tim yang dijuluki the China Security Team, yang terbentuk pada 12 Maret 2007. Disamping itu, sekelompok peretas tersebut sudah mengundang banyak orang penasaran dan tidak sedikit pula orang yang mengaggumi sekelompok hacker beranggota wanita itu.

Para hacker ini berasal dari China, dan semua anggotanya tergabung di ketua the China Security Team.  Yang telah diketahui ketua dari the china security team tersebut ternyata seorang wanita, bernama Xiao Tian, lahir pada tahun 1989.

Menurutnya, ia ingin dunia ini dapat menjadi tempat untuk perempuan dan tidak hanya kaum lelaki saja, selain itu Xiao juga menambahkan, sepertinya dunia hacker yang biasa dipegang oleh lelaki, saat ini sangat merendahkan kemampuan dan keahlian seorang wanita.

Satu hal yang perlu diketahui dari kehebatan hacker wanita tersebut, dimana Xiao Tian mampu meng-hack perusahaan internet raksasa yakni Google yang berada di China. Kemudian menurut kabarnya, pihak Google telah mencabut diri dari Negara China, karena pihak perusahaan raksasa itu sudah tak mampu menepis berbagai serangan dari hacker melalui berbagai hal.

Lihat Juga